Paradigm Shift- berpindah minda

Pagi ini terfikir- selama ini salah ukur perancangan dengan melihat goals- sebab hanya timbul kecewa banyak goals tak tercapai.

Quran belum faham 100%; hafazan tak meningkat malah menurun, buku tidak tulis, bengkel tidak berjalan, klinik kaunseling tidak tersebar, semua tidak tidak tidak…

Padahal- kalau mati saat ni- tak ada siapa yang peduli pun perkara- perkara yang saya tidak lakukan. Dan Allah hanya lihat usaha kita- bukannya hasil. Dan Allah lihat pada hati!

Maka lebih berguna (dan lebih doable) kalau saya fokus saja kepada tugasan dan ikhtiar harian saya- tanpa perlu melihat kepada sasaran akhir yang perlu diukur.

Tugas saya bukan untuk faham Quran 100%; tugas saya adalah untuk usaha mempelajari beberapa perkataan baru setiap hari. Tugas saya bukan mengekalkan hafazan di kepala- tugas saya mempraktikkan menyemak hafazan sedia ada setiap hari. Begitu juga, bukannya menyiapkan tulis buku- tetapi ikhtiar menulis beberapa perenggan setiap hari.

Dan seharusnya sentiasa berusaha untuk menyebut di lidah atau memikirkan mengenai Allah paling sentiasa yang boleh; di bibir atau di hati- dan memohon keampunan, keredhaan, serta hidayah dariNya.

Itu saja yang saya perlu lakukan setiap hari. Lebih mudah dan lebih kalis kekecewaan kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: